Desa Sedayu - Desa Mandiri Pangan

Gapura Desa Sedayu teletak di ujung barat Desa Sedayu berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo yang merupakan pintu utama akses masuk Desa Sedayu.

Kantor Kepala Desa Sedayu

Gedung Kantor Kepala Desa Sedayu yang terletak di Dukuh Gajah.

Hasil Pertanian Manyarakat Petani Desa Sedayu

Sesuai dengan motto Desa Sedayu "Desa Mandiri Pangan" dengan beberapa hasil bumi unggulan diantaranya Cabai atau Lombok, Kacang Panjang, Tebu, dan Kacang Tanah.

Budidaya Peternakan di Desa Sedayu

Selain hasil bumi Ddesa sedayu juga memiliki hasil Budidaya Peternakan, hasilnya diantaranya Ayam Pedaging dan Ayam Petelur.

Pembangunan talud Jalan Dukuh Banaran-Jaten Desa Sedayu

Pembangunan talud/tanggul jalan penghubung Dukuh Jaten dan Banaran sebelah timur

Desa Sedayu, Nampak warga Dukuh Banaran sedang bergotong-royong dalam rangka pembangunan talud jalan yang menghubungkan Dukuh Jaten dengan Dukuh Banaran sebelah Timur. Pembangunan talud sepanjang 125m setinggi 1.5m ini dimulai pada Tgl. 31 Agustus kemarin yang nantinya berfungsi sebagai tanggul jalan banaran-jaten timur.

Harga cabai merosot, Petani Karanganyar susah balik modal


Petani cabai di Kecamatan Matesih, Karanganyar, mengeluhkan harga cabai merah yang terus merosot.
Harga cabai merah di tingkat pengepul hanya Rp3.500 per kilogram, padahal sebeumnya mencapai Rp15.000 per kilogram.
Salah seorang petani cabai, Prapto Sukatno, 45, mengatakan harga cabai merah merosot hingga 300 persen.

“Kalau dihitung-hitung, total penjualan cabai sebanyak 5 kuintal hanya laba sedikit sekali. Untuk menutup biaya pengolahan tanah, pembelian bibit, perawatan, dan pemupukan sudah hampir tidak balik modal,” kata dia, saat dijumpai wartawan, di lahan pekarangannya, Minggu (25/8/2014).

Prapto mengatakan panen terakhir lalu adalah panen terburuk selama satu tahun. “Kalau begini yang rugi di tingkatan petani. Di pasaran, memang pembeli bersyukur karena bisa beli lombok murah. Padahal yang saya tanam ini bibit berkualitas. Cabainya besar, pedas, dan berisi,” urai dia.
Guna menutup biaya produksi, kata Prapto, ia mengandalkan penjualan tomat merinda yang ditanam selang-seling dengan cabainya.
Petani cabai di Karangpandan, Sastro, mengatakan berdasar informasi dari para pedagang cabai merah di sejumlah pasar, penurunan harga cabai disebabkan masa panen serentak.
Stok cabai yang melimpah di pasaran, kata dia, memengaruhi harga jual. Sebaliknya jika stok cabai sedikit, harga jualnya pun ikut naik.

Diambil dari : SoloPos

Habis Lebaran, Desa Sedayu lanjutkan pembangunan PAMSIMAS


Desa Sedayu, Pembangunan sarana air bersih (PAMSIMAS) Desa Sedayu kembali dilanjutkan pada bulan Agustus ini. Pembangunan dilakukan pada bebrapa titik lokasi diantaranya di Dukuh Jaten dan Dukuh Puluhan. Pasalnya pada pembangunan sebelumnya saluran air masih belum dapat mencapai beberapa Dukuh atau masih kekurangan.

Main Meriam Kaleng, Wajah Bocah Jumantono Karanganyar Melepuh


Meriam kaleng, mainan yang kerap dimainkan saat Ramadan memakan korban. Febriansyah, 12, warga Genengan, Jumantono, Karanganyar itu terkena luka bakar saat bermain meriam kaleng. Dia dirawat di Ruang Kantil Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar, Senin (14/7/2014) siang.
Sudah empat hari ini, siswa kelas VI SDN 1 Genengan itu merasakan perihnya terkena luka bakar akibat terkena cairan spirtus di bagian wajah, dada dan leher.
Sambil terbaring di rumah sakit, tangan Febriansyah sibuk mengipasi bagian wajahnya dengan kipas yang terbuat dari anyaman bambu. Kepada Espos, dirinya mengaku masih merasakan rasa perih di bagian wajahnya karena terkena spirtus.
Dengan didampingi orangtuanya, Febriansyah mulai menceritakan awal mula dirinya terkena luka bakar. Semula, Febriansyah bersama dua temannya Muis dan Fikri berniat bermain meriam kaleng berisi  spirtus di Genengan.
Meriam kaleng seperti itu menjadi mainan favorit bagi anak-anak di daerahnya di bulan Ramadan.
“Kejadiannya Jumat (11/7) siang. Waktu itu, memang sayasendiri  yang ingin membunyikan mercon rakitan [meriam kaleng]. Sedangkan, dua teman saya hanya melihat. Setelah kejadian ini, saya menyadari ternyata mainan itu sangat berbahaya. Saya tak ingin lagi bermain seperti itu,” ujarnya saat ditemui wartawan di RSDU Karanganyar, Senin.

Sumber : SoloPos